Bukan Blue Waffle, 5 Penyakit Kewanitaan ini Wajib Kamu Tahu

Bukan Blue Waffle, 5 Penyakit Kewanitaan ini Wajib Kamu Tahu

Sekitar tahun 2010-2015, dunia sempat dikejutkan oleh berita tentang penyakit blue waffle yang menyerang daerah kewanitaan. Ciri-ciri penyakit blue waffle yang membuat banyak wanita khawatir adalah infeksi pada vagina sehingga area vagina menjadi kebiruan dan bernanah.

Bahkan, penyakit ini diklaim mematikan dan telah merenggut 85 nyawa. Konon katanya, penyakit ini disebabkan oleh intensitas berhubungan seksual yang cukup tinggi. Selain itu, kebersihan area kewanitaan yang tidak terjaga juga dipercaya menjadi salah satu penyebab vagina berubah warna menjadi biru.

Apa Kamu Tahu Apa yang Lebih Mengejutkan Lagi?

Dunia kedokteran dengan tegas menyatakan bahwa blue waffle merupakan penyakit fiksi alias tidak nyata. Penyakit ini dinilai hanya sebuah rumor karena tidak meninggalkan bukti medis maupun jejak penelitian.

Seorang dokter keluarga di New Jersey, Anita Ravi, MD, MPH, dalam pidatonya di tahun 2017 yang berjudul “How to Treat Blue Waffle Disease”, menyatakan bahwa penyakit tersebut hanyalah hoaks yang beredar di dunia maya. Bahkan diduga gambar vagina berwarna biru yang beredar di internet adalah rekayasa visual dari photoshop.

Melansir detikhealth, Dr Elizabeth Boskey, PhD, seorang peneliti dan relawan sosial yang ahli dalam penyakit menular seksual dalam blog pribadinya juga mengatakan bahwa tidak ada penyakit menular seksual yang dapat membuat vagina wanita berubah warna menjadi biru, kecuali jika kamu menambahkan pewarna buatan sebagai bumbu tambahan saat berhubungan seksual.

Dibalik realita blue waffle yang ternyata hanya penyakit palsu, ada sederet penyakit menular seksual yang membahayakan bagi kaum wanita. Yuk intip 5 jenis penyakit menular seksual yang wajib kamu tahu.

1.Klamidia

Klamidia merupakan penyakit menular seksual yang mungkin dialami pria dan wanita. Penyakit ini termasuk mudah diobati, namun jika terlambat dapat mengakibatkan komplikasi serius yang bisa merusak sistem reproduksi. Klamidia juga berpotensi menyebabkan gangguan kehamilan seperti hamil di luar kandungan (kehamilan ektopik). Gejala khas klamidia antara lain:

  • muncul bau amis atau tidak sedap pada vagina atau penis
  • keputihan abnormal
  • sensasi panas dan terbakar saat buang air kecil
  • nyeri dan bengkak pada testis dan/atau dubur.

2.Gonorea

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae ini menginfeksi alat kelamin, rektum, dan tenggorokan. Meski biasanya tak bergejala, namun gonorea juga dapat menimbulkan gejala seperti nyeri buang air kecil, keputihan tidak normal, bengkak pada area kemaluan, pendarahan, dan rasa gatal pada anal.

3.Herpes pada kemaluan (herpes genital)

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks (HSV). HSV terdiri dari 2 jenis, yaitu HSV-1 yang penularannya melalui mulut dan air liur (seks oral), dan HSV-2 yang bisa ditularkan melalui seks vaginal, oral, dan anal.

Melansir Health Line, sekitar 90% pengidap herpes genital mengalami gejala yang sangat ringan atau bahkan tidak bergejala. Sisanya, dapat mengalami gejala seperti demam, pembengkakan kelenjar getah benih, kulit lecet dan terasa nyeri.

4.Human papillomavirus (HPV)

Infeksi virus HPV merupakan salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kanker organ vital wanita, seperti kanker serviks, kanker vagina, kanker payudara, dan lainnya. Awalnya, penyakit yang ditimbulkan oleh virus HPV tidak bergejala, sehingga baru terdeteksi ketika sel kanker sudah menyebar. 

5.Raja Singa (Sifilis)

Sifilis merupakan salah satu penyakit menular seksual yang rentan diderita wanita, utamanya yang termasuk ke dalam usia produktif. Umumnya, gejala yang muncul adalah terdapat luka yang tak sakit pada area kelamin.

Biasanya gejala tersebut akan hilang dengan sendirinya, namun bukan berarti infeksi dari bakteri telah berhenti. Kamu tetap memerlukan pemeriksaan lanjutan dan pengobatan agar sifilis tak semakin berkembang.

Itulah 5 bahaya penyakit menular seksual yang dapat terjadi pada wanita. Lantas bagaimana cara mencegahnya? Simak langkah-langkah di bawah ini!

  1. Menjaga kebersihan area kewanitaan adalah hal yang wajib kamu lakukan setiap hari.
  2. Jika telah aktif berhubungan seksual, kamu perlu melakukan pemeriksaan rutin secara berkala. Hal tersebut penting guna mendeteksi dini ada atau tidaknya penyakit seksual menular. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan penanganan secepat mungkin dan mencegah penyakit berkembang lebih parah.
  3. Melakukan hubungan seksual yang aman (tidak bergonta-ganti pasangan dan menggunakan alat bantu pengaman).
  4. Memperoleh vaksinasi secara rutin dan lengkap.
  5. Memberikan pendidikan seksual yang komprehensif sejak dini kepada anak-anak dan remaja.

Leave a Reply