Penyebab dan Cara Mengatasi Alergi Pembalut

Penyebab dan Cara Mengatasi Alergi Pembalut

Wanita menggunakan pembalut untuk menjaga dirinya tetap aman dan nyaman ketika masa menstruasi. Akan tetapi, ada beberapa kondisi yang menyebabkan terjadinya ruam atau alergi pembalut pada wanita. Bagaimana bisa? Simak penjelasannya di sini, yuk!

Penyebab

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan wanita terkena ruam atau alergi pembalut. Berikut ini merupakan sebagian penyebab timbulnya alergi pembalut tersebut.

1. Bahan Kimia

Bantalan pada pembalut biasanya terbuat dari bahan-bahan kimia yang beragam. Beberapa bahan yang ada pada pembalut tersebut memiliki kemungkinan untuk mengganggu kulitmu. Lebih-lebih, kulit daerah kewanitaan memang dinilai lebih sensitif, sehingga akan sangat mudah untuk terpengaruh oleh bahan-bahan kimia yang ada pada pembalut tersebut.

2. Perekat

Salah satu penyebab timbulnya alergi pembalut adalah perekat yang ada di pembalut itu sendiri. Kok bisa? Ya, meskipun perekat bisa menjadi penyelamat dan pengaman pembalut yang kamu pakai, perekat ini bisa saja mengiritasi bagian-bagian sensitif di kulitmu. Hal ini juga aakan diperparah oleh kegiatanmu yang memerlukan banyak gerakan.

3. Wewangian (Fragrance)

Tak hanya dalam hal perawatan kulit wajah, penggunaan fragrance atau wewangian yang berlebihan pada produk pembalut akan memberikan dampak negatif bagi penggunanya. Walaupun fragrance pada pembalut bisa menjaga agar daerah kewanitaan tetap berbau segar, tapi kamu tetap perlu berhati-hati dengan efek negatifnya, ya!

Beberapa wewangian dinilai dapat mengiritasi kulit, khususnya di bagian kewanitaan yang terkenal sebagai bagian sensitif. Iritasi tersebut dapat menimbulkan efek ruam-ruam pada kulit yang akan membuat penggunanya tidak nyaman.

4. Terlalu Lembap

Hampir sama seperti bayi yang mengalami ruam popok, wanita yang sedang mengalami menstruasi juga memiliki kemungkinan untuk mengalami ruam atau alergi pembalut. Apabila seorang wanita jarang mengganti pembalut yang dipakainya, maka kelembapan akan meningkat. Peningkatan kelembapan ini akan menjadi sarang bakteri berkembang biak.

Semakin banyak bakteri yang berkembang biak pada pembalut yang jarang diganti tersebut semakin besar pula kemungkinan seseorang untuk terkena ruam dan iritasi. Hal ini tentunya perlu kamu hindari dengan cara rutin mengganti pembalut secara berkala.

Cara Mengatasi Alergi Pembalut

Apabila kamu merasa mengalami alergi terhadap pembalut, kamu bisa melakukan beberapa cara berikut untuk mencegah dan mengatasinya. Jika perlu, kamu bisa menambahkan ini ke catatan di ponselmu.

Cara pertama yang dapat kamu lakukan untuk mencegah alergi pembalut adalah dengan menggunakan pembalut tanpa pewangi atau fragrance. Selain itu, untuk mencegah timbulnya alergi kamu bisa mengenakan pakaian dalam yang longgar dan berbahan katun. Hal ini bertujuan untuk mengurangi gesekan pada kulit kamu.

Apabila kamu sudah mengalami alergi pembalut, kamu bisa menerapkan beberapa cara, seperti mencoba merek lain untuk menentukan pembalut yang cocok dan tidak menimbulkan alergi buatmu. Kamu juga bisa menggunakan sitz bath untuk meredakan area yang teriritasi.

Selain cara-cara di atas, kamu juga bisa mengoleskan krim hidrokortison yang dijual di apotek terdekat. Krim ini bisa kamu oleskan ke area vulva luar jika terkena. Salah satu hal yang perlu kamu catat adalah kamu tidak diperbolehkan untuk memasukkan krim hidrokortiosn ini ke dalam vagina.

Setiap orang memiliki penyebab alergi pembalut dan cara mengatasi hal tersebut yang berbeda-beda. Satu hal yang perlu kamu catat adalah ketika kamu ingin mengobati alergi pembalut tersebut pastikan kamu sudah berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan yang kamu percaya untuk mengurangi risiko kesehatan yang ada.

Leave a Reply