Jangan Sampai Menyesal, Pahami Apa yang Terjadi Jika Pembalut Jarang Diganti

Mengganti pembalut memang cukup merepotkan bagi para wanita. Alasannya, selain karena toilet umum yang ramai dan kotor, dalam membersihkan pembalut dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Lalu, apa yang terjadi jika pembalut jarang diganti ketika menstruasi? Dan apa boleh?

Tidak, tentu saja kebiasaan tersebut merupakan hal buruk dan mendatangkan sejumlah risiko. Jarang ganti pembalut akan membuat area kewanitaan menjadi tempat bakteri untuk berkembang, siap menimbulkan gangguan kesehatan pada area vagina. Bahkan bisa berkembang ke penyakit yang menyerang organ tubuh lainnya.

Apa yang Terjadi Jika Pembalut Jarang Diganti Saat Menstruasi?

Kebanyakan mereka yang jarang ganti pembalut disebabkan intensitas keluarnya darah mens tergolong sedikit, sehingga merasa belum terlalu kotor dan tidak terasa lembab atau basah. Faktanya, terbisa bahaya yang mengintai bila kamu rutin melakukannya, seperti:

Iritasi

Efek pertama yang umum dari kebiasaan membiarkan pembalut jarang diganti adalah iritasi vagina, atau dikenal juga sebagai dermatitis vulva. Peradangan pada bagian luar vagina ini disebabkan oleh kondisi terlalu lembab dan basah.

Membuat bakteri mudah berkembang biak. Gangguan kesehatan ini ditandai dengan kulit memerah yang terasa panas, nyeri, dan gatal hebat.

Muncul Bau Tidak Sedap

Setiap vagina memiliki bau yang unik. Namun, jika kamu memperhatikan bahwa area intim memiliki bau yang menusuk hidung, itu bisa menjadi tanda bahwa kamu terlalu malas untuk mengganti pembalut setiap menstruasi.

Jika darah dan bakteri yang terkumpul terlalu lama dibiarkan bercampur, vagina akan berbau sangat tidak enak, hingga mengganggu kenyamanan.

Alami Infeksi Akibat Jamur

Kelembaban vagina akibat malas ganti pembalut juga membuat lebih rentan terhadap pertumbuhan jamur. Kondisi ini bisa sangat tidak nyaman karena menimbulkan ketidaknyamanan pada organ intim, menyebabkan gatal dan nyeri saat buang air kecil.

Pada kasus yang parah, infeksi jamur pada vagina bisa menyebabkan pembengkakan dan keputihan tidak normal.

Alami Infeksi Panggul

Risiko lainnya yaitu terjadi infeksi panggul. Peradangan yang terjadi akibat infeksi vulva bisa menyebar dari leher rahim ke saluran tuba jika tidak segera diobati.

Setelah mencapai saluran tuba, infeksi bisa menyebar dan menyebar ke panggul. Infeksi panggul yang terjadi pada wanita bisa menyebabkan tidak hanya rasa sakit, tetapi juga kesulitan untuk hamil dan perlengketan antara rahim dan usus.

Terkena Kanker Serviks

Parahnya, masalah pembalut yang jarang diganti seiring waktu bisa meningkatkan risiko kanker serviks. Karena bakteri yang muncul bisa berkembang biak, kemudian menyerang leher rahim yang memicu infeksi parah, hingga muncul kanker..

Merawat Kebersihan pada Area Vagina

Setiap wanita tentu memiliki aturan rutinitas berbeda-beda. Begitu juga dalam hal merawat area vagina. Simak caranya berikut ini.

  • Ganti pembalut sebaiknya berapa jam sekali ketika mens? Ganti pembalut minimal 3 kali sehari, setiap 6-8 jam, atau saat merasa sudah penuh dan lembab.
  • Kenakan pakaian dalam yang longgar dan menyerap basah yang baik seperti celana berbahan katun.
  • Bersihkan bagian kewanitaan dari depan ke belakang agar tidak basah dan tidak membawa kotoran.
  • Bersihkan area kewanitaan dengan sabun dan air biasa di luar area kewanitaan. Hindari penggunaan sabun sirih, sabun antiseptik, dan produk kewanitaan lainnya yang malah membuat tingkat pH area vagina tidak sesuai.
  • Makanlah makanan yang sehat, bergizi, dan penuhi kebutuhan air kamu sebanyak 2-3 liter per hari.
  • Jangan berganti pasangan seksual. Usahakan menggunakan alat pelindung diri seperti kondom saat berhubungan seks untuk mencegah penularan penyakit kelamin dari pasangan.

Dari sekian banyak hal seputar apa yang terjadi jika pembalut jarang diganti perlu kamu perhatikan juga, tipe dan kualitas pembalut yang digunakan. Setiap produk pembalut terbuat dari bahan berbeda yang bisa saja memicu alergi.

Referensi:

Leave a Comment